06 June 2007

Exoctic Of Bangali


Setelah beberapa bulan berada di India, kemudian kami kembali ke Indonesia via Bangladesh. Karena pada waktu itu Tiket pesawat kami yaitu Biman Airlines mempunyai jalur trip ke harus transit dulu di Bangladesh. Kami sempat 2 bulan berada di Bangladesh. Beda dengan di India, ketika kami sampai di Imigrasi, penyambutan dari petugas begitu ramah, dan bersahabat, apalagi ketika mereka mengetahui bahwa kami adalah warga Negara Indonesia. Mereka sangat senang sekali, entah apa yg membuat mereka menjadi demikian. Kuatnya aroma Muslim di Bangladesh sangat terasa. Apalagi ketika kami jalan jalan pagi di kota Bangladesh, rata2 laki2 penduduk di Bangladesh memakai sarung dan peci.

Makanan di Bangladesh lebih mirip dengan Indonesia, dan kami lebih cocok dengan Bangali ini daripada di India, di India hampir 2 bulan kami disana, sangat susah utk mendapatkan sayur mayur, rata2 masyarakat hanya memakan daging, ini ditandai dengan rata2 kulit mereka yg kasar dan kusam. Namun utk postur tubuh, orang Bangali lebih kecil dibandingkan orang India, padahal orang2 Bangali ini adalah pecahan dari India juga.

Bangladesh mempunyai bahasa sendiri yg dinamakan bahasa Bangali, sedangkan India memakai bahasa Urdu. Ketika kami memasuki ibukota Bangladesh, hampir dimana mana kami hanya melihat Flat atau yg dinamakan di Indonesia apartemen. Yang ternyata ketika kami tanyakan dengan orang setempat, bahwa perbandingkan luasnya Negara Bangladesh dan banyaknya penduduk tidak sebanding, sehingga mereka mengatasinya dengan membuat rumah keatas (maksudnya: bertingkat keatas) agar lahan lebih hemat. Alam Bangladesh sangat exotic tidak beda dengan India. Namun musim dingin di Bangladesh lebih lambat masuknya dari pada India, ini mungkin dikarenakan letak geografis Bangladesh berada disebelah timur India. Anda tertarik,….info lebih lanjut bisa hubungi saya J

No comments: